15.00 merah

 



    Bagaimana rasanya jika yang selama ini kau usahakan adalah hal yang tidak pernah kau dapatkan?. Bagaimana jika yang kau idamkan sekaran malah jadi lukamu yang terdalam?. Itulah garis besanya.

    Menjadi dokter adalah cita-citaku sejak kecil, sejak aku berumur 3 tahun mulai awal lancar bicara " kalau besar ingin jadi apa? " "dokter" jawabku secara konsistensi. Aku mulai menekuni dunia medis saat memasuki SMP, mengikuti lomba olimpiade IPA, belajar mematahkan ampul, bahkan memasang infus kakekku yang dirawat dirumah, tenteku yang mengajarkannya. Dengan hal-hal yang kupelajari tersebut aku semakin yakin untuk jadi dokter di masa depan. Aku memperjuangkan mimpiku.

    Pertengahan SMP aku mulai rajin untuk bertahajut, setiap tengah malam bangun dan meminta kepada Allah ku kalau ingin dijodohkan dengan gelar dokter itu. Namun ternyata hal ini salah, saat pengumuman SNBP kemarin aku mendapat merah. Jangan tanya baaimana perasaanku, jangan tanya bagaimana aku melanjutkan hidup setelahnya. Setiap kali terlintas dibenakku kemana pergi do'a do'a ku selama ini? apakah aku kurang pantas untuk gelar itu? bagaimana perasaan ayah ibuku? apa yang kurang dari perjuanganku?

    Namun setelah berhasil menenangkan diriku sendiri, aku yakin bahwa jika kita terlalu mencintai sesuatu maka kita akan diberi ujian terberat di sesuatu tersebut. Berjuta-juta kali kusampaikan pada diri sendiri kalau aku bisa melewatinya, aku bisa unruk berjuang lagi, aku kuat untuk melewati cobaan ini. 

    Untuk kalian yang tidak sengaja membaca blog ini, semoga jalannya selalu dilancarkan. Tolong sisipkan satu atau dua doa kepadaku agar bisa lancar melewati semua ini. Barangkali di antara kalian ada yang lebih dekat dengan Allah.  

Komentar